Panduan Memilah Novel Cerita yang Baik buat Anak

November 12, 2020 By taynimiro.info 0

Membaca merupakan jendela dunia. Buat itu, berarti banget nih Bun kita menyesuikan budaya membaca ke sang kecil. Salah satunya, dengan memilihkan mereka novel cerita, membaca cerita bareng, ataupun kita yang membacakan cerita buat anak. Wah, seru ya.

Soal atensi baca anak, Sri Murwati Habir, pendiri halaman Bermain Kepompong serta pionir PAUD di Jakarta, bilang orang tua memiliki kedudukan yang amat berarti dalam tingkatkan atensi baca anak. Iya Bun, sebab dari usia 3 bulan, anak telah dapat dikenalkan dengan novel. Mereka dapat memahami kalau suatu novel terdapat ceritanya.

Nah, kadangkala kala terdapat kebimbangan nih di benak orang tua. Misalnya, semacam apa sih novel teks anak yang pas? Kata Sri, novel teks yang pas buat anak memanglah relatif serta bergantung didikan tiap- tiap orang tua. Tetapi, terdapat sebagian panduan yang dapat dipakai orang tua dalam memilah novel teks anak.

Bagi Andini Kusumawardhani, penulis novel kanak- kanak, yang butuh dicoba dikala memilah novel anak awal kali ialah mencermati kontennya. shofikids Novel cerita yang nantinya dibaca anak wajib mempunyai konten yang cocok usia serta memanglah buat kanak- kanak, Bun. Sebab, konten cerita buat umur 3 tahun tentu hendak berbeda dengan novel cerita buat anak umur 6 tahun. Andini bilang, anak usia 3 tahun tidak hendak mengerti dengan konten teks anak usia 6 tahun. Kebalikannya, konten usia 3 tahun jadi sangat simpel untuk anak 6 tahun. Kita butuh ingat pula ya, Bun jika membaca merupakan proses pendidikan pula shofikids .

” Visual yang menarik serta berwarna- warni pula hendak jadi nilai plus buat suatu novel cerita. Dari visual yang menarik, imajinasi anak hendak diasah serta hendak bertambah. Imajinasi merupakan suatu proses yang menciptakan citra mental serta ilham,” kata Andini dikala ditemui HaiBunda di Kegiatan Peluncuran Platform serta Aplikasi PiBo, baru- baru ini.

Berikutnya, bagi Andini yang tidak kalah berarti merupakan story telling- nya, jalur cerita serta gimana orang tua jadi story teller. Sehingga dalam membaca, emosi anak turut ikut serta. Kemudian, pesan moral di dalam novel pula butuh terdapat. Sehingga, nantinya hendak terdapat sugesti yang baik pada anak dari pesan moral di cerita yang mereka baca.

” Jika dilihat era saat ini, sebab seluruhnya serba digital, novel teks menarik tidak cuma menggunakan elemen visual maupun ilustrasi. Jika butuh, novel tersebut memiliki audio. Sehingga anak dapat fokus serta masuk dalam ceritanya,” tutur Sofie Dewayani, Co- Founder Litara Foundation, di peluang yang sama.

Satu lagi, Bun, sebab kita tinggal di Indonesia, memilah novel teks anak yang berbahasa Indonesia yang baik itu butuh. Sofie bilang, menanamkan baca anak berbahasa Indonesia itu berarti. Di masa saat ini ini memanglah novel berbahasa asing tidak dapat dihindari. Tetapi, bukan berarti bahasa Indonesia kita luntur kan?